Maria Halim Tak Ingin Terjebak Praktik Politik Pragmatis

BERBAGI
Maria Halim, terjun ke dunia politik tidak ingin terjebak praktik politik pragmatis. Apalagi akhir-akhir ini mulai menjadi momok penggunaan isu bernuansa politik identitas yang bersifat negatif, sehingga merusak nilai-nilai persatuan dan kesatuan.
Loading...

Politik identitas telah digunakan secara berlebihan oleh beberapa pihak sehingga menimbulkan polarisasi di masyarakat. Padahal, menurut politisi Partai Hanura ini tujuan dari proses perpolitikan di Indonesia agar kekuasaan yang ada dalam masyarakat dan pemerintahan, dapat diperoleh, dikelola, dan diterapkan sesuai dengan norma hukum yang berlaku serta menurut kaidah-kaidah demokrasi.

Isu politik identitas boleh saja asal digunakan secara wajar dalam koridor Pancasila. Kalau tidak, maka akan tumbuh perasaan ekslusif antara kelompok satu dengan lainnya, apabila berdasarkan etnis atau kepercayaan tertentu.

“Untuk mencegah timbulnya politik identitas yang negatif perlu dasar ideologis dan idealisme yang kuat dari setiap kandidat yang bertarung,” ujar bendahara Kaukus Perempuan Politik Indonesia, Jakarta Barat ini.

Maka, Maria Halim mengabaikan isu bernuansa politik identitas dengan terus melangkah dan berbuat untuk para perempuan yang ada di lingkungannya. Karena dia menyadari masih banyak perempuan dan anak-anak terlantar membutuhkan uluran tangan para penggiat sosial.

Maria Halim, tidak pernah tega menyaksikan kondisi masyarakat yang kini berada di bawah garis kemiskinan terutama warga yang menghuni Kota Jakarta. Itulah yang mendasari dia bergabung dengan Yayasan Sosial Adhera Sekar Pancasila, yang bergerak untuk melayani masyarakat, terutama masyarakat yang terjebak dalam persoalan ekonomi.

Kini, Bendahara Perkumpulan Pengemudi Transportasi Online Persada ini, melangkah menuju parlemen, bukan sekedar untuk mewakili 30% suara perempuan saja. Namun, dia ingin masuk ke sistem agar kebijakan itu benar-benar berpihak kepada masyarakat, bukan sekedar kamuflase yang selama ini diteriakkan oleh para politisi.

“Jujur, selama ini kita hanya mewujudkan kepentingan diri sendiri dan kelompok, dan kepentingan masyarakatpun terabaikan. Padahal untuk meraih posisi itu kita telah menyampaikan narasi politik yang cenderung dipenuhi oleh janji-janji yang rumit untuk diwujudkan,” ujar Maria.

Maria Halim, merupakan calon anggota DPRD DKI Jakarta Dapil 9 dari Partai Hanura nomor urut 4. Dia memiliki motto: Perempuan Membangun Daerah untuk Kesejahteraan Masyarakat.

VISI:

Terwujudnya Provinsi DKI Jakarta yang bersatu, berdaulat, adil & makmur

MISI:
  • Melahirkan pemimpin wanita yang jujur, berani, tegas & mengedepankan hati nurani untuk membela masyarakat.
  • Membangun daerah yang maju & memiliki taraf hidup sejajar
  • Memberikan kesempatan yang sama dan seluas-luasnya kepada kaum perempuan, pemuda untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah.
  • Mengembangkan daerah terpilih untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

AKTIF DI ORGANISASI:

1. Bendahara Hubungan Antar Agama & kemasyarakatan SMI
2. Sekretaris Panitia Penyelenggara Tahun Persatuan SMI
3. Bergabung WKRI SMI
4. Bendahara Hubungan Antar Agama & Kemasyarakatan Dekenat Barat
5. Bendahara SABDA Lintas Agama Keuskupan Agung Jakarta
6. Bendahara SABDA Forum Kerukunan Umat Beragama Lintas Agama Provinsi DKI
7. Bendahara Perkumpulan Pengemudi Transportasi Online Persada
8. Bendahara Perkumpulan Pemilik & Penghuni SARUSUN/Eks.
9. Bendahara Kaukus Perempuan Politik Indonesia Jak-Bar
10. Bergabung di Kaukus Perempuan Politik Indonesia Provinsi DKI
11. Bergabung di ADHERA SEKAR PANCASILA yayasan sosial yang melayani masyarakat.

Tonton Melalui Android Klik Di Sini
Loading...
loading...