Tanggulangi Banjir, Pemkot Jakarta Timur Bersinergi Dengan Stakeholder Perbanyak Sumur Resapan

8
Tanggulangi Banjir, Pemkot Jakarta Timur Bersinergi Dengan Stakeholder Perbanyak Sumur Resapan
JAKARTA – Pemerintah Kota Jakarta Timur memperbanyak pembuatan sumur resapan di sejumlah perlintasan jalan dalam rangka mengantisipasi ancaman banjir selama musim hujan.

“Kita ingat, pada banjir di Januari lalu kan saluran kita banyak yang tidak maksimal. Untuk itu butuh dukungan sumur resapan, hari ini kita giatkan lagi sampai Desember 2020,” kata Wali Kota Jakarta Timur M Anwar di depan Kantor Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu, (23/9).

Anwar mengatakan sumur resapan dibuat sedalam 20 meter dengan pipa 4 inci di Jalan DI Pandjaitan, depan Kantor Kecamatan Jatinegara.

“Sangat bermanfaat sekali karena dapat mengurangi debit air dari saluran air di Jalan DI Pandjaitan dan dari jalan tol Becakayu (Bekasi – Cawang – Kampung Melayu),” kata Anwar.

Proyek yang dikerjakan Suku Dinas Sumber Daya Air dan Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur itu diharapkan berfungsi sebagai pengendali banjir, serta memperbaiki kualitas air dan sumber cadangan air bagi warga.

Wali Kota menjelaskan, pembuatan sumur resapan sudah dikonsultasikan kepada para ahli untuk melihat lapisan, kandungan dan kepekaan tanahnya, serta intensitas tanah untuk bisa menyerap air secara maksimal.

“Untuk serapan air saat hujan turun, sumur resapan ini cukup efektif. Selain itu kita juga akan menormalisasi saluran air yang sudah tidak berfungsi lama langsung air kita alirkan ke danau,” jelasnya.

Sumur resapan di Jalan DI Panjaitan saat ini dalam proses uji coba setelah proses pembuatannya rampung pekan lalu.

“Hasilnya genangan karena air cepat surut. Setelah diukur satu sumur bisa menampung empat titik air saat hujan turun di Jalan DI Panjaitan ini,” katanya.

Ke depan, Wali Kota menargetkan 40 titik sumur resapan air di sejumlah lokasi genangan air di wilayah Jatinegara, mulai dari Kodam Jaya – Pasar Gembrong.

“Tentunya akan ada keterlibatan pengusaha di sekitar lokasi untuk turut serta membuat sumir resapan di lingkungan mereka,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Teknik dan Operasi PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) Ayuda Prihantoro menyampaikan bahwa PT KKDM telah membuat 25 titik sumur resapan titik di Jalan DI Panjaitan. Kedepan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan konsultan Masyarakat Pencinta Air yang ditunjuk oleh pihak walikota.

Koordinasi ini dilakukan termasuk untuk melakukan perbaikan sumur-sumur resapan yang ada dan melakukan kajian untuk pengembangan pembuatan sumur-sumur resapan berikutnya.

“Hasil uji coba sumur resapan yang telah dilakukan saat turun hujan selama tiga hingga empat jam pada 20-21 September 2020 di wilayah Jakarta Timur dengan konsep yang sudah dilakukan menunjukan kontribusi yang cukup signifikan dalam pengendalian banjir,” ujar Ayuda.

Ayuda menambahkan, pihaknya akan mengevaluasi hasil hari ini dan mengkaji lokasi titik-titik sumur resapan lainnya guna mengurangi terjadinya genangan air khususnya di sepanjang jalan DI Panjaitan.

“Kami masih menunggu kajian pihak konsultan dalam hal ini Pak Fatchy dari MAI (Masyarakat Air Indonesia) untuk membantu mengindentifikasi jumlah kebutuhan sumur resapan yang harus di buat di jalan DI Panjaitan terhadap luasan dan daya tampungnya, sehingga akan menentukan berapa jumlah sumur resapan yang akan di buat dan kita akan bersinergi dengan Badan Usaha BUJT lainnya seperti CMNP yang melintas di jalan DI Panjaitan,” jelasnya.(ar/ag)