DPD Partai Demokrat Investigasi Terkait Kadernya Yang Digrebek di Lebak

DPD Partai Demokrat Investigasi Terkait Kadernya Yang Digrebek di Lebak
Lebak – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrat (PD) Provinsi Banten, melakukan investigasi terkait beredarnya informasi menghebohkan terkait Kader Partai yang juga Plt. Ketua DPRD Lebak, UM, pada kamis malam (08/10) menggelar konfrensi pers untuk melaporkan hasil investigasi selama 2 hari Tim Investigasi DPD PD Banten terkait kesimpang siuran informasi yang beredar dimasyarakat. Jumat, (09/10/2020).

Acara yang digelar di Gedung DPD Partai Demokrat Kota Serang dan mengundang sejumlah wartawan cetak dan online tersebut, menjelaskan hasil temuan investigasi dilapangan tim yang dibentuk oleh ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Banten.

Tim yang dibentuk tanggal 03 Oktober 2020 terdiri dari, Pengarah  M Nawa Said, Ketua tim Eko Susilo, Anggota Rohman Setiawan, Ibrahim, Sugiharto dan Haerul Soleh tersebut langsung terjun ke Kabupaten Lebak untuk melakukan serangkaian penyelidikan terkait kehebohan informasi yang diterima DPD partai Demokrat.

Setelah melakukan penyelidikan dan mencari data serta informasi se- akurat mungkin, demi memperoleh informasi yang tidak simpang – siur sebagai landasan pengambilan keputusan atau tindakan kepada UM, akhirnya tim investigasi tersebut mengambil kesimpulan serta mengumumkannya melalui konfrensi pers hasil temuannya dilapangan.

Berikut informasi yang diperoleh dari tim investigasi DPD Partai demokrat yang di kutip dari Indeks News Banten antara lain bahwa, benar Plt Ketua DPRD dari partai Demokrat ini telah bertamu ke rumah saudari B di Royal Garden sekitar pukul 18:30 Wib dan berangkat dari kantor, didalam rumahnya B tidak sendirian melainkan ada 2 orang lain lagi berkelamin perempuan.

Berdasarkan keterangan UM, ia bertamu ke rumah B baru pertama kali karena di hubungi B.

Jadi, berdasarkan keterangan para tetangga dan Ketua RT setempat, pada malam itu tidak ada penggerebekan yang dilakukan warga sekitar rumah saudari B di Royal Garden. Tetapi, pada saat itu UM menumpang ke kamar mandi untuk buang air kecil dan diarahkan oleh B ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Tidak sampai 2 menit tiba – tiba pintu kamar mandi digedor dengan keras, dan ketika UM keluar, tiba – tiba AB mencoba memukul UM, lalu ditangkis oleh UM, sambil bertanya – tanya dalam hati kenapa dia digedor dan dipukul. Lalu kemudian saudara AB meraih lehernya UM yang mengakibatkan copotnya 2 kancing.

setelah terjadi keributan, saudara AB meminta UM untuk menikahi B, namun UM tidak mau karena merasa tidak bersalah , lalu UM meninggalkan tempat untuk menghindari keributan.

karena Handphone UM tertinggal dirumah B, UM kembali dengan tujuan mengambil HPnya yang tertinggal, lalu kemudian pergi lagi.

Pada saat ada keributan, warga menghampiri ke rumah saudari B (seperti yang terlihat di video yang tersebar), saudara UM diancam akan didatangi ke gedung DPRD oleh sejumlah warga, serta dilaporkan ke BKD dan disebar luaskan ke publik bila tidak menikahi saudari B. Karena menjaga nama baik partai dan lembaga dprd, serta menghindari terjadinya kehebohan di publik, akhirnya UM datang dan menikahi B . sampai pada akhirnya, salah satu keluarga mantan suami B menyebarkan video tersebut sampai beredar di media sosial.

Dari kronologis kejadian tersebut, tim yang dikomandoi oleh Eko Susilo ini menyimpulkan bahwa, tidak ada bukti bahwa UM telah berbuat mesum. tidak ada bukti bahwa warga menggerebek UM dan B.

Tim melihat ada skenario dan motif lain yang menyebabkan peristiwa ini dibuat heboh dan menggegerkan dengan membuat judul berita dan narasi yang jauh dari fakta.