Ahmad Riza Patria: Oknum Yang Bermain Dalam Tata Ruang DKI Akan Ditindak Tegas

9
Ahmad Riza Patria: Oknum Yang Bermain Dalam Tata Ruang DKI Akan Ditindak Tegas
Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria berkomitmen mencari oknum yang bermain dalam tata ruang Jakarta. Terkait peristiwa longsornya turap milik perumahan Melati Residence di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Demikian dikatakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat meninjau Kerja Bakti Penanggulangan Banjir di Kali Sentiong, Johar Baru, Jakarta Pusat, Minggu (18/10/2020).

“Siapa pun nanti kalau ada yang melanggar tata ruang kami akan beri sanksi termasuk ke kasus yang terjadi di Ciganjur tersebut,” ucap Riza, Minggu (18/10/2020).

Ahmad Riza memastikan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berjanji akan menindak oknum yang bermain dalam tata ruang di Jakarta.

Pun demikian dengan oknum yang bermain dalam pembangunan perumahan di Ciganjur yang menyebabkan longsor, Sabtu (10/10/2020) lalu.

Menurut Ariza, perumahan tersebut melanggar tata ruang lantaran membangun rumah menjorok ke tebing.

“Seharusnya tidak boleh seperti itu. Harusnya ada satu space pembatas karena tidak boleh bangunan itu berada di pinggir sungai atau pinggir kali. Jadi itu juga menjadi evaluasi bersama,” jelas Riza.

Pihak Pemprov DKI Jakarta sudah memerintahkan seluruh jajaran Wali Kota, Camat, hingga Lurah untuk mengecek kembali potensi-potensi banjir dan longsor di wilayah masing-masing.

Seluruh Wali Kota juga diharap mengecek adanya indikasi penyalahgunaan tata ruang dari warga, developer, atau perumahan yang dapat mengakibatkan kejadian serupa.

Banjir yang dipicu turap longsor terjadi di Jalan Damai 2, Ciganjur, Jagakarsa, pada  10 Oktober 2020 sekitar pukul 18.05 WIB. Turap setinggi 12 meter dan sepanjang 50 meter milik perumahan Melati Residence longsor.

Longsorannya menutup aliran sungai dan menimpa sejumlah rumah warga. Sungai yang tersumbat kemudian meluber dan menimbulkan banjir ke rumah-rumah warga

BACA JUGA:  Batalyon 33 Grup 3 Kopassus Turun Barak Bersama FWJ

Aparat kelurahan mencatat, kurang lebih 300 rumah warga di Jalan Damai 2 RT 04/RW 012 terendam banjir dengan ketinggian mulai dari 70 sentimeter hingga 150 sentimeter.

Musibah longsor dan banjir itu menyebabkan satu orang meninggal dan sejumlah warga luka-luka.