Waspadai Iklim La Nina, Jakarta Masih Terancam Banjir

9
Waspadai Iklim La Nina, Jakarta Masih Terancam Banjir
Jakarta – Melihat dari kondisi geografis Jakarta yang wilayahnya terdiri dari daratan rendah, maka potensi terjadi  peningkatan debit air pada akhir tahun ini.

Pemprov DKI Jakarta memprediksi akan terjadi peningkatan debit air pada akhir tahun ini. Hal itu disebabkan tiga penyebab banjir di ibukota.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan saat Kerja Bakti Penanggulangan Banjir di Kali Sentiong, Johar Baru, Jakarta Pusat, ada tiga penyebab banjir di ibukota. Pertama, banjir akibat hujan lokal, kemudian banjir kiriman dari hulu dan ketiga karena air laut mengalami pasang atau banjir rob.

“Curah hujan setiap tahun terus meningkat tidak seperti biasanya. Kemudian ada perubahan cuaca iklim La Nina. Dipastikan Desember atau awal tahun akan terjadi peningkatan debit air di Jakarta,” kata Ahmad Riza Patria, Minggu (18/10/2020).

Ahmad Riza menjelaskan, untuk memproduksi hal tersebut perlu upaya ekstra. Apalagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dari mulai lurah, camat hingga walikota dan perangkat daerah lainnya untuk terlibat aktif dalam penanganan banjir.

Fenomena La Nina akan terjadi di Indonesia. Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supari mengingatkan masyarakat akan terjadinya fenomena La Nina.

Dikutip dari website resmi bnpb.go.id, La Nina merupakan peristiwa di mana terjadi penurunan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian timur, yang menyebabkan peningkatan kecepatan angin pasat timur yang bertiup di sepanjang samudera pasifik.

“Berdasarkan analisis dari potret data suhu permukaan laut di Pasifik. Saat ini La Nina sudah teraktivasi di Pasifik Timur,” ujar Supari dalam keterangannya, Kamis, 1 Oktober 2020.

Dia pun mengingatkan, fenomena La Nina dapat memicu frekuensi dan curah hujan yang jauh lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga bisa memunculkan potensi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

BACA JUGA:  Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran Mengunjungi Gubernur DKI Anies Baswedan di Balai Kota

Menyikapi fenomena ini, Supari menyampaikan perlunya kewaspadaan terhadap kondisi hujan di atas normal pada 20 hari pertama bulan Oktober 2020.