BMKG Catat Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabar Periode 18 Hingga 24 Oktober

6
BMKG Catat Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabar Periode 18 Hingga 24 Oktober
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo
BOGOR – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat untuk periode 18 hingga 24 Oktober 2020 ini, potensi curah hujan tertinggi akan terjadi di Provinsi Jawa Barat dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat untuk waspada dan siap siaga, khususnya di wilayah-wilayah yang telah memasuki musim hujan dan terpengaruh fenomena La Nina.

Kesiapsiagaan harus dimulai dalam diri sendiri dan keluarga sehingga masyarakat dapat terhindar dari risiko bahaya yang lebih besar. Sebelumnya BNPB telah menyampaikan surat edaran kepada BPBD di seluruh provinsi untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.

BNPB mengingatkan resiko iklim La Nina karena dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor.

“Yang paling penting dalam mitigasi adalah mitigasi nonstruktural. Secara khusus menekankan pada aspek perilaku dalam menjaga lingkungan .Dan kalau kita sudah mempersiapkan diri dengan memperhatikan masalah perilaku, menjaga lingkungan dan juga mengantisipasi dengan kesiapsiagaan. Ini akan bisa mengurangi risiko,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, Telaga Saat, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, (20/10/2020).

Fenomena La Nina yang terjadi pada periode awal musim hujan berpotensi meningkatkan jumlah curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi ini dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor.

Menurutnya, BNPB telah melihat adanya upaya positif yang dilakukan oleh banyak pimpinan di daerah. Tak hanya itu, mereka telah melibatkan banyak komponen dalam mitigasi bencana, seperti dalam merespon informasi curah hujan tinggi untuk disampaikan kepada masyarakat.

“Mengingatkan masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai untuk mengikuti informasi dari hulu,” kata Doni yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19.

Harapannya, informasi tadi ditindaklanjuti oleh masyarakat yang tingga di sekitar hulu sehingga mereka dapat mengantisipasi dengan melakukan evakuasi dini.

“Nah ketika prosedur ini dilakukan, ketika banjir atau banjir bandang tiba, masyarakat akan selamat,” tambahnya.

Sebelumnya BNPB telah menyampaikan surat edaran kepada BPBD di seluruh provinsi untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.