Aksi Demonstrasi Menolak UU Cipta Kerja Hari Ini Diikuti 32 Konfederasi

41
Aksi Demonstrasi Menolak UU Cipta Kerja Hari Ini Diikuti 32 Konfederasi
Jakarta – Aksi demonstrasi hari ini akan di ikuti 32 konfederasi dan federasi serikat buruh di wilayah Jabodetabek. Di antaranya ialah KSPI, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia ( KSPSI) versi versi Andi Gani Nena Wea (AGN), dan Gerakan Kesejahteraan Nasional (Gekanas).

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menyebut 32 konfederasi, namun tidak menyebut berapa jumlah massa yang diperkirakan akan bergabung. Yang pasti, massa berunjuk rasa untuk menyuarakan aspirasi menolak UU Cipta Kerja, Senin (2/11/2020).

“Tuntutan yang akan disuarakan ialah batalkan Omnibus Law UU Cipta Kerja dan menuntut agar upah minimum tetap naik,” ujar Said dalam keterangannya, Minggu (1/11/2020).

Menurut Said, titik kumpul massa aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat pukul 10.30 WIB. Selain di depan Istana Negara, kata Said, massa juga akan mendatangi gedung Mahkamah Konstitusi (MK), yang tidak jauh dari Patung Kuda.

Said mengatakan, KSPI dan KSPSI AGN juga akan mendaftarkan uji materi UU Cipta Kerja ke MK.

“Jika nomor UU Cipta Kerja belum ada pada saat penyerahan berkas gugatan tersebut, yang akan dilakukan KSPI dan KSPSI AGN hanya bersifat konsultasi ke MK,” ujarnya.

“Aksi KSPI dan lainnya ini adalah nonviolence (tanpa kekerasan, red), terukur, terarah, dan konstitusional. Aksi ini dilakukan secara damai, tertib, dan menghindari anarkistis,” tegas Said.

Lebih lanjut Said mengatakan, aksi demonstrasi serupa akan berlangsung pada 9 November mendatang di depan DPR. Tuntutannya ialah agar DPR melakukan kajian ulang secara legislatif atas Omnibus Law Cipta Kerja.

Selain itu, massa buruh juga akan melakukan aksi di depan Kementerian Ketenagakerjaan pada 10 November 2020. Adapun tuntutannya tentang kenaikan upah minimum.

BACA JUGA:  Marullah Matali Terpilih Menjadi Sekda DKI, FWJ Ucapkan Selamat

“Aksi 9 dan 10 juga membawa dua agenda yang kami sebutkan di atas dan dilakukan serentak di 24 provinsi,” pungkas Said Iqbal.