Gowesser Anak Jakarta Adakan Gowes Santuy di TMII

27

Jakarta – Olahraga bersama bukan hanya sekedar sehat dalam pandemi Corona. Tapi, gowes juga mampu menjadi ujung tombak promosi wisata dan sosialisasi protokol kesehatan (3M).

Sekum KONI DKI Jamron menyatakan, Gowes Santuy yang dilaksanakan GAJ (Gowesser Anak Jakarta) juga bagian dari upaya mendukung promosi pariwisata disaat pandemi Covid-19 melalui olahraga bersepeda.

“GAJ bukan hanya sebagai wadah gowes komunitas sepeda di DKI. Tapi lewat GAJ bisa banyak hal yang dilakukan salah satunya adalah promosi pariwisata dan sosialisasi 3M untuk memutus mata rantai penularan Corona,” ungkap Jamron.

Jamron melanjutkan, bersepeda juga mampu mendongkrak daya stamina tubuh manusia. “Diera pandemi ini, kesehatan tubuh harus dijaga. Dan demam sepeda ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berprilaku hidup sehat,” ungkap karateka Jakarta ini.

Diketahui, Minggu (15/11), ratusan penggowes dari 5 wilayah DKI Jakarta yang tergabung dalam Gowesser Anak Jakarta (GAJ) melakukan Gowes Santuy di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur untuk yang kedua kalinya.

Acara bertajuk “Dari Jakarta Kita Keliling Indonesia” ini dihadiri oleh Sekum KONI DKI Jamran, Stafsus Gubernur DKI Jhon Odesus, Dirut PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo, Corporate Secretary Bank DKI Herry Djufraini, Komut Jaktour, Budi Siswanto, Dewan Pengawas PAM Jaya Syahrul Hasan, Founder dan CEO BAQOEL Dhian Arinofa, Ketua FKDM DKI Jakarta, Munir serta para aktivis Jakarta.

Dirut PAM Jaya, Priyatno Bambang Hernowo mengapresiasi kegiatan gowes santuy yang diselenggarakan oleh GAJ, sebagai bentuk membangun kesehatan warga melalui kegiatan bersepeda tapi harus tetap menjaga protokol kesehatan.

Hal senada juga disampaikan Herry Djufraini. Corporate Secretary Bank DKI ini menyatakan, olahraga sepeda bisa menjaga stamina dan menahan serangan virus. “Tetap jaga protokol kesehatan,” tukasnya.

BACA JUGA:  Marullah Matali Terpilih Menjadi Sekda DKI, FWJ Ucapkan Selamat

Partisipasi Publik

Sementara Jhon Odesu, Stafsus Gubernur DKI berharap gowesser yang tergabung dalam GAJ bisa menjadi wadah partisipasi publik untuk memberikan usulan kepada pemprov terkait regulasi sepeda sebagai transportasi publik.

“GAJ bisa mengisi ruang partisipasi publik untuk memberikan masukan terhadap regulasi, selain dengan gowes bisa dilakukan diskusi untuk menghasilkan masukan berbasis komunitas sepeda di DKI,” tegas Jhon.

Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Hendra Hidayat menyatakan, gowesser dapat mendorong kemauan warga dari membawa kendaraan bermotor ke sepeda.

“GAJ sebagai wadah gowesser se-DKI diharapkan dapat mendorong kemauan warga untuk beralih dari kendaraan bermotor pribadi ke sepeda, sehingga bisa mengurangi kemacetan di DKI” harap Hendra Hidayat. (Ag/ar)